Selasa, 05 Februari 2013
Skuad Indonesia VS Irak AFC 2015 qualifiers
17.09
No comments
Bola.net - Langkah Indonesia untuk menembus putaran final Piala Asia 2015, diawali dengan laga sulit menghadapi Irak. Prestasi Irak di Pentas Piala Asia memang lebih mentereng dibandingkan dengan Indonesia.
Irak berhasil keluar sebagai juara di Piala Asia 2007 dan bermain hingga perempat final 4 tahun kemudian di ajang yang sama. Sementara Indonesia baru saja kalah telak 0-5 melawan Jordania. Melihat kondisi yang kontras ini, banyak yang beranggapan Skuad Garuda akan kesulitan menghadapi tim berjuluk Singa Mesopotamia ini.
Menghadapi Irak, asa Skuad Garuda sedikit terjaga dengan bergabungnya Irfan Bachdim. Maklum saja, Pelatih Nilmaizar kali ini memang memiliki stok yang terbatas di lini depan.
Menghadapi Irak, besar kemungkinan Nil akan mengandalkan Irfan Bachdim dan Andik Vermansah sebagai ujung tombak. Pergerakan keduanya akan ditopang oleh Oktovianus Maniani dan gelandang naturalisasi Raphael Maitimo. Sementara Stevie Bonsapia kemungkinan bakal dicoba posisi baru sebagai bek kanan.
Dalam laga menghadapi Irak, Nil juga mengikutsertakan pemain muda Agus Nova Wiantara yang berusia 20 tahun dan Mario Aibekop yang berusia 22 tahun. Laga melawan Irak ini akan dipindah ke Stadion Al Rashid di Dubai demi alasan keamanan.
Skuad Indonesia:
Kiper: Endra Prasetya (Persebaya), Wahyu Tri Nugroho (Persiba Bantul)
Pemain bertahan: Ketut Mahendra (PSM Makassar), Handi Ramdhan, Nopendi (keduanya Persiba Bantul), Virga Liswanto (PS AU), Eldjo Iba (PON Papua), Syaiful Indra Cahya (Persema Malang), Novan Setyo Sasongko, Wahyu Wijiastanto (keduanya Semen Padang), Agus Nova Wiantara (Persires Bali Devata)
Gelandang: Rasyid Bakri (PSM Makassar), Slamet Nurcahyo (Persiba Bantul), Oktovianus Maniani, Raphael Maitimo, Stevie Bonsapia (tidak punya klub), Amandus Weubun (PSBS Biak Numfor), Muhammad Taufiq, Andik Vermansah (keduanya Persebaya), Hendra Bayauw, Vendry Mofu (keduanya Semen Padang)
Penyerang: Irfan Bachdim (Chonburi), Mario Aibekop (PSBS Biak Numfor).
Skuad Irak:
Kiper: Jalal Hassan (Erbil), Mohammed Hameed (Al-Shorta), Noor Sabri (Al-Naft)
Pemain bertahan: Ahmad Ibrahim (Al Wasl FC), Ali Bahjat (Duhok), Mohammed Jabbar Rubat (Al-Minaa), Ali Adnan (Baghdad), Salam Shaker (Al Khor SC), Ali Rehema (Al Wakrah SC), Mustafa Nadhim (Najaf), Dhurgham Ismail, Waleed Salem (keduanya Al-Shorta).
Gelandang: Khaldoun Ibrahim, Ameer Sabah (keduanya Baghdad), Saif Salman, Alaa Abdul-Zahra (keduanya Duhok), Humam Tariq (Al-Quwa Al Jawiya), Nabeel Sabah, Ammar Abdul-Hussein Al-Asadi (Keduanya Erbil), Ahmad Abbas Hattab (Naft Al-Janoob).
Penyerang: Hammadi Ahmad (Al-Quwa Al Jawiya), Younis Mahmoud (Sadd SC), Mohammad Abdul-Raheem (Duhok).
Disiarkan Oleh SCTV, 20.15 WIB langsung di Dubai,
Jumat, 01 Februari 2013
SEJARAH INTERNET DUNIA
00.11
No comments
SEJARAH INTERNET DUNIA
Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.
Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.
Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.
Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.
Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia. Saat ini, IANA dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).
Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.
Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.
Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.
Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.
Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia. Saat ini, IANA dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).
Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.
Source : Buku Sekolah Elektronik (opensource)
http://riyn.multiply.com
Jumat, 18 Januari 2013
Adelaide
22.53
No comments
Adelaide - Kans Sergio van Dijk untuk bergabung dengan Persib Bandung kembali terbuka. Sebabnya, pemain berusia 30 tahun itu baru saja dilepas oleh Adelaide United.
Kabar bakal bergabungnya Van Dijk dangan tim 'Maung Bandung' sudah berhembus sejak akhir tahun lalu. Meski kepergian penyerang kelahiran Assen, Belanda itu, sempat dibantah oleh pihak Adelaide, nyatanya kontrak Van Dijk sudah diputus di pertengahan Januari ini.
Kabar mengenai pemutusan kontrak itu diketahui lewat situs resmi klub yang berlaga di A-League, yang merupakan kompetisi tertinggi di Australia itu.
"Sergio van Dijk secara resmi telah dibebaskan dari kontraknya agar bisa mengejar kariernya bersama klub asal Indonesia, PT Persib Bandung Bermatabat, secepat mungkin." sebut penyataan juru bicara Adelaide di situs resmi klub.
Keputusan klub itu diambil setelah dua hari sebelumnya Van Dijk sudah menyatakan keinginannya untuk memulai petualangan baru dengan merumput di Indonesia bersama Persib.
"Saya berharap bisa menyelesaikan masalah (kontrak) ini secepatnya dan memulai babak kehidupan yang baru. Saya tidak marah tapi saya frustrasi atau mungkin kecewa dengan semua hal ini berjalan, tapi langkah selanjutnya adalah masa depan yang baru dan babak yang baru," kata Van Dijk seperti dilansir ESPN Star.
"Tidak ada niat untuk pindah ke klub Australia lain karena alasan utama keluarga saya adalah untuk meninggalkan Australia, jadi itu tidak akan membuat peningkatan."
"Tapi saya tetap ingin berada di dunia sepakbola, dan di Eropa, terutama di Belanda, tidak ada banyak klub yang ingin mengontrak saya, terutama karena situasi ekonomi di sana tak sebagus Asia. Jadi, Indonesia akan menjadi pilihan yang logis buat saya," ungkapnya.
Isu Panas Bursa Transfer 2012/2013
22.52
No comments
Isu kegagalan Persib Bandung
Isu kegagalan Persib Bandung mendaratkan striker Adelaide United, Sergio Van Dijk di transfer bulan Januari, kian menguat setelah pemain berusia 30 tahun itu dipastikan tidak akan masuk dalam daftar pemain Persib saat menjalani laga perdana Indonesia Super League (ISL) kontra Persipura Jayapura, Minggu (13/1) mendatang.
Menurut Manajer Persib, Umuh Muchtar pihaknya sejauh ini belum mendapatkan titik terang dibalik upaya perekrutan Van Dijk ke Persib. "Sepertinya lawan Persipura, peluang Sergio main sangat tipis. Apalagi sampai sekarang kita juga masih menunggu karena belum ada kejelasan," ujar Umuh.
Meski belakangan isu pembatalan transfer Van Dijk kian mencuat. Namun, Umuh tetap optimistis striker yang memiliki darah Sunda itu, bisa datang dan bergabung ke Persib sebelum pendaftaran pemain pada putaran pertama ISL musim ini ditutup pada 18 Januari mendatang.
Jika akhirnya batal didatangkan, Umuh mengingatkan agar hal itu tidak berdampak pada keutuhan tim maupun kepercayaan diri pemain. "Masih ada waktu karena pendaftaran pemain ditutup 18 Januari nanti. Jadi kita ada waktu seminggu lebih untuk memastikan semuanya. Mudah-mudahan saja lancar," terang Umuh.
Sebelumnya pelatih Adelaide United, John Kosmina menyatakan Van Dijk hingga sekarang masih berstatus sebagai pemain Adelaide United. Sebelumnya Kosmina sendiri sudah merelakan kepergian Van Dijk ke Indonesia.
“Sergio masih disini (Adelaide) dan akan turun bertanding di National Youth League menghadapi Melbourne Heart pada hari Senin (7/1). Kami belum melihat surat pernyataan terkait dirinya ingin dilepas meskipun Sergio kepada publik telah menyatakan bahwa ia ingin pindah,” papar Kosmina seperti dilansir The Australian, Sabtu (5/1).
Isu yang berkembang menyebutkan jika Persib diminta sejumlah sponsor besar yang selama ini mendukung kiprah Maung Bandung untuk berlaga di kompetisi resmi yang diselenggarakan PSSI. Faktor ini juga yang kabarnya membuat Persib dipastikan kehilangan potensi keuntungan berlimpah. Setelah kerjasama dengan maskapai penerbangan Malaysia, Air Asia, batal terwujud.
Sergio Van Dijk.
Legenda Pemain Persib
22.28
No comments
PEMAIN LEGENDA
Nama : Adeng Hudaya
Lahir : Garut 30 juni 1957
Posisi : Libero
Julukan : -
Pemain
kelahiran Cikajang, Garut ini hijrah ke kota Bandung pada tahun 1977
untuk kuliah di FPOK UPI (IKIP). Guna menyalurkan hobinya bermain
sepakbola ia masuk klub POP dan selanjut nya POR UNI. Rupanya bakatnya
yang hebat yang terbilang istimewa tak lepas dari pantauan para pencari
bakat PERSIB. Tak heran dua tahun kemudian Adeng sudah masuk skuad inti.
Awalnya Adeng Hudaya menolak bergabung karena ditukangi oleh Marok
Janota yang dinilainya kurang cocok dengan gaya bermainnya, tapi
akhirnya dia masuk juga ke skuad kebanggaan kota Bandung itu.
Adeng
mulai bergabung dengan Tim PERSIB sejak tahun 1979, Adeng pun ikut
berjuang dari kampung ke kampung ketika PERSIB terlempar dari divisi
utama pada musim kompetisi 1978-1980. Pada awal karir bersama PERSIB
Bandung Justru Adeng bukan pemain belakang, ia malah di-plot sebagai
striker, Belakangan posisinya berganti-ganti, selain jadi striker ia pun
sempat menjadi gelandang, bek sayap hingga Kiper. Sebagi kiper ia
pernah turun sebagai pemain cadangan dalam satu laga kompetisi
perserikatan 1984. Ceritanya saat itu Wawan dan Boyke yang biasa jadi
pelapis Kiper utama Sobur tak bisa turun karena cedera, Adeng terpaksa
di siapkan sebagai Kiper dadakan. Adeng baru dapat di tempatkan sebagai
libero pada tahun 1985, posisi ini tidak tergantikan sampai mengundurkan
diri.
Sebagai
pemain muda, ia dipercaya mengenakan ban kapten sejak tahun 1980
menggantikan seniornya Giantoro yang pensiun, sejak saat itu jabatan
Kapten PERSIB tak pernah beralih ke orang lain. Tercatat 12 tahun
sebagai kapten PERSIB Bandung. Adeng menjadi kapten terlama dalam
sejarah PERSIB.Ban kapten PERSIB baru di lepas ketika resmi menyatakan
mundur pada tahun 1992. Kiprah Adeng sebagai Kapten sekaligus pemain
panutan dalam tim PERSIB Bandung.
Ketika
menjadi bagian dari tim nasional Indonesia A yang berlatih di Brasil,
ia tidak sempat memperkuat PERSIB di Piala Hasanal Bolkiah (Piala Pesta
Sukan II) 1986 di Brunei Darussalam. Tidak meraih gelar bersama PERSIB
ia balas dengan membawa Tim Nasional menjadi Juara Piala kemerdekaan.
Bersama
PERSIB sudah dua kali merasakan manisnya menjadi juara kompetisi
kompetisi perserikatan yaitu pada tahun tahun 1986 dan 1989/1990.
Penampilan
Adeng di lapangan hijau terkenal taktis dan elegan, sportif saat
berlaga di lapangan hijau jiwa kepemimpinan nya pun cukup kental, tak
heran para pelatih PERSIB tak ragu memilih nya sebagai kapten. Sebagai
pemain belakang ia tergolong bersih jarang bermain keras. Buktinya
selama 13 tahun berkarir dalam skuad PERSIB Adeng hudaya hanya sekali
mendapatkan kartu kuning. Hukuman yang ia terima pun bukan karena
mengganjal pemain lawan dengan keras melainkan sengaja memegang bola.
Saat itu “saya berhadapan dengan striker Persija Kamarudin betay,
kalau bola di biarkan saya pasti ketinggalan dan dia tinggal berhadapan
dengan kiper ..kan bahaya. Karena itu tanpa pikir panjang bola tersebeut
saya tangkap tujuan nya saya saat itu yang penting gawang PERSIB aman..
“ ungkapnya. Lucunya setelah di hadiahi kartu kuning Adeng malah di
beri selamat oleh rekan rekan nya dan para pengurus PERSIB, maklum !!
berkat tindakan nekadnya gawang PERSIB terhindar dari Gol. Itulah Kartu
Kuning Pertama dan sekaligus kartu kuning terkhir selama berkarir
bersama tim PERSIB Bandung.
Di
luar karier sebagai pemain, ia sempat ditunjuk sebagai Asisten Manajer
Bidang Teknik pada musim 2006/2007. Dan saat Arcan Iurie mundur sebagai
Pelatih, Adeng Hudaya bersama Robby Darwis, Djadjang Nurjaman, Dino
Sefrianto, dan Anwar Sanusi didaulat sebagai Pelatih Kepala.
Wowo Sunaryo (lahir di Garut, 16 Maret 1934 – meninggal di Cisalak, Cisarua, Sumedang, 2 April 2007 pada umur 73 tahun) adalah seorang pemain sepak bola berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan pencetak gol terbanyak pada Asian Games 1958 di Jepang dengan mencetak 23 gol. Wowo merupakan penyerang Indonesia pada era tahun 1960-an. Ia pernah bermain untuk Persib Bandung. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 April 2007 akibat sakit.
Nama : Risnandar
TTL : Bandung, 31 Januari 1948
Posisi : Striker - Pelatih Kepala
Julukan : -
Lahir
dari keluarga sepakbola, ayahnya R. Soendoro pernah menjabat sebagai
ketua umum PERSIB di tahun 1950. Saudara-saudara kandungnya seperti
Soenarto, Soenaryono, dan Giantoro adalah pemain-pemain bintang PERSIB
pada masanya. Tak heran apabila dia begitu fasih ketika berbicara
mengenai sejarah PERSIB. Ia pernah juga menerbitkan buku yang berjudul
Lintasan Sejarah PERSIB sebagai wujud kecintaannya terhadap klub
kebanggaan kita ini.
Merintis
karir di UNI pada tahun 1966 dan di tahun 1967 mulai bergabung dengan
PERSIB memperkuat barisan depan sampai dengan tahun 1978. Meskipun
tidak pernah membawa PERSIB sebagai juara Perserikatan, tapi Ia pernah
menyabet gelar Pemain Terbaik di Kompetisi Perserikatan tahun 1973.
Karena penampilannya yang cemerlang, ia sempat beberapa kali memperkuat
tim Nasional.
Sebagai
pelatih kepala, prestasi terbaiknya yaitu ketika berhasil membawa
PERSIB masuk kembali ke Divisi Utama tahun 1983 dan membawa PERSIB ke
putaran 12 besar LI II tahun 95/96. Pada tahun 2006 kembali dipercaya
mengangkat pamor PERSIB, tapi kursi kepelatihannya di berhenti di tengah
jalan, ia mengundurkan diri akibat desakan mundur dari puluhan ribu
bobotoh.
Sebenarnya
sebagai seorang pelatih ia pintar melihat potensi-potensi muda. Dari
tangannya lahir nama-nama besar seperti Yaris Riyadi, Imam Riyadi, dan
Cecep Supriatna yang kemudian menjadi pemain yang disegani di tingkat
Nasional.
Nandar Iskandar (lahir di Bandung, Jawa Barat, 3 Juni 1950; umur 61 tahun) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola Indonesia.
Iskandar lahir dalam keluarga sepak bola. Ayahnya, Jayadi, adalah pemain Persib Bandung pada tahun 1950-an. Kedua kakaknya, Atang Muhtar dan Obon Syakban, juga mantan pemain Persib. Sebagai pemain, ia juga pernah memperkuat Persib dan tim nasional junior dan tim nasional B pada tahun 1970-an.Karier bermainnya berakhir pada tahun 1982 akibat cedera kaki.
Sebagai pelatih, ia pernah menjadi pelatih Bandung Raya, Persib Bandung, Bontang FC (2000), Perseden Denpasar (2001), PSPS Pekanbaru (2002-2003), dan Persiba Bantul (2007-). Ia juga sempat menjadi pelatih Timnas Indonesia (1999-2000).
Nama : Max Timisela
TTL : Cimahi, 7 Mei 1944
Posisi : Gelandang - Asisten Pelatih
Julukan : -
Pemain
keturunan Maluku, tetapi lahir di Cimahi ini menempati posisi sebagai
gelandang, ia mulai bergabung bersama PERSIB sejak tahun 1962, dan mulai
menjadi tulang punggung kira-kira periode 60’an akhir atau awal 70’an.
Max Timisela adalah pemain dengan talenta dan bakat alam yang luar
biasa, ia dikenal memiliki kemampuan brilian mengolah bola, lari yang
cepat, tendangan akurat, serta visi bermainnya yang istimewa, Ia juga
piawai menjebol gawang lawan dengan aksi "Balik Bandung" atau kontra
salto.
Meskipun
secara prestasi di Perserikatan saat itu PERSIB paceklik gelar, namun
di ajang turnamen PERSIB justru beberapa kali meraih gelar Juara.
Prestasi bersama PERSIB yang pernah diraihnya tidak main-main, antara
lain membawa Piala Jusuf di Makassar, Piala Surya di Surabaya, dll. Dari
situlah nama Max terkenal ke seluruh tanah air hingga menjadi langganan
tim nasional.
Ketika
bergabung dengan timnas PSSI, membawanya pergi keberbagai negara di
belahan dunia. Ketika Tur Eropa melawan klub dari Jerman, Werder Bremen
pada tahun 1965, timnas kalah 5-6. Max berhasil mencuri perhatian dengan
mencetak dua gol. Saat itu juga, pelatih Werder Bremen, Heer Brocker
sempat kepincut untuk merekrutnya. Mereka tercengang akan kemampuan
pemain ini yang sekelas dengan pemain Eropa, akhirnya Wali Kota Bremen
melayangkan pinangan langsung pada Wali Kota Bandung saat itu yaitu Otje
Djunjunan. Max pun berkostum Werder Bremen sebelum akhirnya diminta
untuk pulang kembali ke Indonesia atas perintah dari Menteri Olah Raga
saat itu, Muladi.
Max
Timisela gantung sepatu pada usia hampir 35 tahun, tepatnya pada tahun
1978 saat PERSIB terdegradasi ke Divisi I. Seandainya saja saat itu ia
masih berusia muda, tentu ia akan terus berjuang bersama PERSIB meskipun
bertanding di divisi I. Selain itu PERSIB saat itu sudah seharusnya
melakukan regenerasi dengan member kesempatan kepada yang lebih muda.
Setelah
pensiun, Max Timisela pernah menjadi asisten pelatih dalam rentang
waktu tahun 1986–1990. Prestasi yang dia dapat ketika menjadi asisten
pelatih ialah saat dia menjadi asisten pelatih dari Nandar Iskandar,
ketika itu PERSIB berhasil meraih juara di Kompetisi Perserikatan 1986.
Nama : Robby Darwis
TTL : Bandung, 30 Oktober 1964
TTL : Bandung, 30 Oktober 1964
Posisi : Libero
Julukan : Bima
Libero
legendaris terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan populer di tahun
1990-an merupakan salah satu pemain asli binaan PERSIB Bandung. Yang
pasti diingat oleh bobotoh dari sosok Robby Darwis adalah posturnya yang
tinggi besar, sehingga bobotoh menjulukinya sebagai "Bima", tokoh
pewayangan yang memiliki tubuh raksasa. Selain itu bobotoh PERSIB di
masanya pasti teringat oleh ungkapan “halik ku aing”, itu adalah
teriakan bobotoh yang bergemuruh setiap kali Robby Darwis menggiring
bola membantu penyerangan. Sebagai seorang Libero, Robby Darwis
tergolong pemain yang produktif menciptakan gol, baik lewat sundulan
kepala maupun eksekusi bola-bola mati.
Kariernya
saat menjadi pemain terbilang sangat sukses, ikut mengantarkan PERSIB
menjadi juara perserikatan tahun 1986, 1989/1990, 1993/1994 juga menjadi
kapten kesebelasan saat PERSIB menjuarai Liga Indonesia yang pertama
tahun 1994/1995. Untuk Kompetisi Perserikatan 1986/1987, namanya
tercatat sebagai Pemain Terbaik. Pantas jika Robby Darwis kita nobatkan
sebagai Legenda PERSIB, karena hanya dialah satu-satunya pemain yang
berhasil membawa PERSIB juara hingga 4 kali!
Robby Darwis pernah pula bermain di Liga Malaysia, memperkuat Kelantan FC. Di tim nasional Indonesia (1987-1997), ia tampil sebanyak 53 kali dan mencetak 6 gol.
Di Liga Indonesia 2007 Robby Darwis kembali direkrut PERSIB, kali itu menjadi asisten pelatih Arcan Iurie, di tahun ini pula ia dinobatkan sebagai salah seorang dari 22 pemain legendaris Indonesia oleh Tabloid Bola.
Pada
tahun 2008 sempat naik jabatan menjadi pelatih kepala setelah Arcan
Iurie mengundurkan diri. Musim selanjutnya kembali menjadi asisten
pelatih setelah manajemen PERSIB memilih Jaya Hartono sebagai pelatih
kepala.
Pada
Tahun 2010 kembali naik jabatan menjadi pelatih Kepala setelah Jaya
Hartono lengser, dan di musim 2010/2011 kembali dipercaya sebagai
asisten dari 3 pelatih yang berbeda yaitu Daniel Darko Janackovic, Jovo
Jucovic, dan Daniel Roekito.
Nama : Sutiono Lamso
TTL : Purwokerto
Posisi : Striker
Julukan : Suti
Memulai
Karier di PERSIB sejak tahun 1989, merupakan striker yang menjadi kunci
keberhasilan PERSIB. Membawa PERSIB juara 3 kali, 89/90, 93/94 dan Liga
Indonesia pertama 94/95. Sutiono pernah terpilih menjadi pemain terbaik
di Kompetisi Perserikatan 93/94.
Di
gelaran Liga Indonesia yang pertama ia mengemas 21 Gol, termasuk gol
penentu Juara di partai final saat mengalahkan Petrokimia Putra. Memang
dia bukan top scorer di Liga, tapi membuat 21 gol dalam satu musim
kompetisi adalah sebuah prestasi yang tidak sembarang pemain bisa
melakukannya.
Sutiono gantung sepatu pada tahun 2000, tak berlebihan jika kami menganggap Sutiono adalah Striker terbaik yang pernah dilahirkan oleh PERSIB.
Sutiono gantung sepatu pada tahun 2000, tak berlebihan jika kami menganggap Sutiono adalah Striker terbaik yang pernah dilahirkan oleh PERSIB.
TTL : Bandung, 14 Juni 1962
Posisi : Gelandang
Julukan : Si Kancil
Pemain
jebolan UNI, kemudian sempat berlabuh di Kesebelasan Perkesa Sidoarjo
sampai akhirnya PERSIB menariknya pada saat menjuarai Piala Pesta Sukan
di Brunei Darussalam di tahun 1986, namun di ajang kompetisi
Perserikatan, namanya baru didaftarkan pada musim 1987.
Yusuf
Bachtiar kembali ditarik pada tahun 2001 saat PERSIB ditukangi oleh
Indra Thohir, padahal saat itu usianya sudah mencapai 37 tahun. Usai
Liga itu, ia menyatakan pensiun di tahun 2001 setelah pengabdiannya
kepada PERSIB hampir 14 tahun. Boboboh menjulukinya sebagai “si Kancil”
karena tubuhnya yang kecil serta merupakan playmaker yang cerdik seperti
dalam kisah fabel. Dia termasuk dari sedikit pemain Indonesia yang
bermain menggunakan "otak". Umpan-umpannya selalu akurat dan terarah,
serta selalu menjadi kekuatan sentral di lapangan tengah karena ia
memang piawai mengatur tempo dan irama permainan PERSIB. Pada zamannya,
PERSIB terkenal memiliki lini tengah yang solid dan ditakuti semua
lawan, karena itu menganggap bahwa Yusuf Bachtiar merupakan pengatur
permainan terbaik dalam sejarah PERSIB Bandung. Selain piawai di
lapangan tengah, ketajamannya dalam merobek jala lawan pun tidak perlu
diragukan lagi, dia termasuk gelandang yang subur dalam mencetak gol.
Membawa
PERSIB juara tahun 89/90, 93/94, dan LI I tahun 94/95. Karier gemilang
nya selama bermain bersama PERSIB, membuat ia sempat dilirik oleh
Pelatih Timnas untuk beberapa kejuaraan Internasional.
Usai
gantung sepatu, kecintaannya terhadap sepakbola tidak hilang begitu
saja, ia mengambil kursus kepelatihan dan sempat menjadi asisten pelatih
PERSIB di tahun 2008/2009.
Nama : Anwar Sanusi
TTL : Garut, 29 Februari 1968
Posisi : Kiper - Asisten Pelatih
Julukan : Away
Anwar
Sanusi merupakan pemain jebolan Turnamen Antar Daerah saat itu dia
memperkuat Kabupaten Subang. Berkat penampilannya yang cemerlang di
turnamen itu, PERSIB menariknya di tahun 1989. Meski di awal kariernya
bersama PERSIB bukan merupakan kiper utama, tapi di paruh musim Liga
Indonesia I 94/95, ia mulai dipercaya sebagai Kiper Utama menggantikan
seniornya Aries Rinaldi. Dari situ ia tidak menyia-nyiakan kesempatan,
penampilannya yang konstan akhirya membuat nama Anwar Sanusi selalu
menjadi bagian PERSIB hingga tahun 2001.
Di
tahun 2006 hingga 2011, ia kembali bergabung bersama PERSIB, namun kali
itu perannya sebagai Asisten Pelatih yang khusus menangani penjaga
gawang sesuai dengan keahliannya.
Nama : Yadi Mulyadi
TTL : Bandung, 27 Desember 1969
Posisi : Stopper
Julukan : -
Sebelum
bergabung bersama PERSIB, dia terlebih dahulu memperkuat Petrokimia
Putra Gresik di era Galatama. Pada tahun 1993 PERSIB menariknya, tapi
tidak otomatis menempati posisi utama, ia harus bekerja keras dulu untuk
masuk skuad inti. Setelah diberi kepercayaan tampil sebagai starter, ia
jawab dengan permainan yang apik dan lugas. Dengan tubuh yang tegap dan
menjulang tinggi, saat itu bersama Mulyana dan Robby Darwis (yang
sama-sama berbadan besar) trio itu menjadi benteng yang kokoh dan sulit
ditembus lawan. Bisa jadi trio itu adalah trio pertahanan terbaik yang
dimiliki PERSIB. Posisi Yadi tak tergoyahkan hingga LI III, sampai
akhirnya dia memutuskan untuk hengkang di akhir musim.
Nama : Kekey Zakaria
TTL : Subang, 5 Mei 1968
Posisi : Striker
Julukan : -
Masuk
PERSIB mulai tahun 1991 hingga 1997. Pemain yang merupakan partner
sejati dari Sutiono Lamso di lapangan ini merupakan seorang striker
bertipe stylish. Gaya permainannya santai dan jarang "berani" berduel
dengan lawan, tapi meskipun demikian ia memiliki pergerakan yang cepat
dan penempatan posisinya selalu tepat. Tak heran bila ia selalu
menciptakan gol demi gol yang bagi PERSIB. Contohnya saat PERSIB
menjuarai Liga Indonesia I tahun 94/95, ia mengemas 9 gol, sebuah
prestasi yang dirasakan cukup membanggakan. Apalagi 3 golnya dikemas
saat PERSIB berjuang di babak 8 besar, di saat sebuah tim sangat
memerlukan kemenangan.
Nama : Yaris Riyadi
TTL : Bandung, 21 Januari 1973
Posisi : Gelandang
Julukan : Ucing / Jacky Chan
Inilah
gelandang terhebat yang dimiliki PERSIB setelah era Yusuf Bachtiar.
Ciri permainan dia adalah mengobrak abrik pertahanan lawan dengan begitu
gesit seperti ucing (kucing), tak heran orang-orang pun menjuluki dia
sebagai Jacky Chan, aktor laga Mandarin yang terkenal karena kelincahan
dalam setiap aksinya.
Masuk
ke PERSIB merupakan proyek dari Risnandar di tahun 1995, tapi
memerlukan waktu untuk menempati posisi utama di PERSIB. Awalnya dia
masih kalah bersaing oleh Imam Riyadi (sesama pemain muda
seangkatannya). Tapi ketika Imam memutuskan pindah, maka Yaris lah yang
pegang kendali. Ia terus menjadi bagian PERSIB dan menjadi icon baru
bagi tim kebanggaan kota kembang ini. Sempat hijrah ke Pelita KS ketika
PERSIB ditangani oleh Marek, kemudian dipanggil pulang kembali tahun
2004 sampai tahun 2007.
Yaris
Riyadi beberapa kali memperkuat tim nasional di berbagai ajang
internasional, ia adalah produk asli PERSIB yang meneruskan tradisi
bahwa Bandung tak pernah kehabisan talentanya dan menjadi tulang
punggung bagi tim nasional Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)

















